|
Adel….membereskan barang-barang yang berserakan di lantai kamarnya,casio di tangannya telah menunjukan di angka 7.00,aduh………bakalan telat kuliah hari ini.denga sepatu kets,tshirt oblong kebesaranya,adel berlari menyetop bis mini yang lewat di depan rumahnya. Rambutnya yang sedikit ikaldi ikatnya dengan karet gelang,tanpa make up yang menempel di wajahnya adel memasuki bis. Lumayan penuh juga di dalam bis ini,tercium berbagai aroma dari penumpang lain,adel terpaksa berdiri karena tidak ada satu kursi pun yang kosong.Ada tangan menepuk pundak adel,lelaki baik memberikan tempat duduknya.akhirnya….. Suasana kampus masih terasa lenggang hanya beberapa fakultas yang terlihat aktifitasnya, itu pun hanya beberapa orang saja yang ada.maklum hari ini jarang yang jam pagi.memang menyebalkan kalau masuk pagi,mengantuk.Adel menghampiri sahabatnya yang dari tadi cengar-cengir memperhatikanya. “kenapa del….kayak orang di kejar setan…..” “Iya neh….hampir aja gue kesiangan……” “hehehehheheeh……kasian lo del…..dah capek-capek lari maraton….pak killer ngak masuk hari ini,katanya sih.dia mau melahirkan……hahahhahhaah” “hush….ngawur……mana ada lelaki melahirkan”,bogemnya dengan repleks meninju tangan andi. “hahahahahha…..ampun….ampun…..”dengan meringgis andi memengangi tanganya yang tadi kena bogem mentah adel. Adel dan andi bersahabat karena dia sama-sama menyukai bola basket,jika ada kesempatan tidak pernah mereka lewatkan untuk bermain bersama.dropshot dari adel sering mematahkan pertahanan andi,terkadang mereka beradu siasat untuk saling menjatuhkan,berbagai cara sering mereka lakukan,sering adel menginjak kaki andi ketika dia akan melakukan dropshot.bisa di pastikan mereka akan menghebohkan kampus karena andi mengejar adel kemanapun dia berlari. Mereka memang sepertinya tidak dapat di pisahkan dimana ada adel di situ ada andi,sering teman-temanya menyangka mereka berpacaran,padahal tidak pernah kata-kata manis keluar dari mulut mereka.Tapi andi selalu membela adel jika ada cowok yang menganggu adel. **** Heboh dengan kedatangan mahasiswa baru telah menjadi rahasia umum,dia puteri dari bapak gubernur, yang dulu sekolah di Yogyakarta,karena sesuatu hal akhirnya dia pindah ke Jakarta ,dia masuk ke fakultas sastra,di mana adel dan andi berada. Seorang gadis cantik dengan tubuh tinggi semampai, kulit putihnya bersinar menerawang, kini telah berdiri di depan para mahasiswa sastra,berambut panjang sepundak,dia nampak bagai seorang bidadari,matanya yang besar jendela kehidupan yang penuh warna, memancarkan pesona seorang wanita,gayanya yang anggun telah memukau banyak mata untuk tidak melewatkan pemandangan indah ini.Tubuh sintalnya di balut pakaian mahal dengan model masa kini. Andrya maharani,dia mulai memperkenalkan diri,dia puteri sulung bapak maryanto yang kini menjabat gubernur di Semarang.Ia memang tadinya mau kuliah di semarang,tapi ia ingin mencari suasana lain mangkanya ia memilih kota Jakarta sebagai tempat kuiahnya. Semua mata yang ada di dalm ruangan itu mengagumi kecantikan andry,begitu dia sapa.Tak terkecuali andi,dengan gayanya yang tengil mulai mencari-cari perhatian andry……memang dia gambaran wanita yang sempurna.cantik,pinter,kayak,lelaki mana yang tidak akan menyukainya. ***** Entah bermula dari mana akhirnya andry,adel dan andi menjadi 3 orang sahabat,mereka selalu bersama-sama kemanapun mereka berada. Andry sepertinya menyukai andi,sering dia memberikan perhatian lebih,dan andi pun menerima respon itu dengan hati bahagia. Andi memang bukan cowok yang bisa di katakana jelek,dengan otot -otot bisep yang membingkai tubuhnya menjadikan tubuhnya atletis,andi lahir dari seorang ibu yang berdarah sunda dan ayahnya orang austalia.dengan gayanya yang tengil dia mempunyai banyak teman di kampusnya.Banyak perempuan yang jatuh hati padanya,tapi andi tidak pernah memamfaatkan itu semua,dia hanya mengangap semua adalah temannya. “Andi…..mana adel….”suara lembut itu memecahkan keheningan kampus di sore hari “kan sudah ada gue ,kenapa tanya adel…..”dengan senyum genitnya andi mengoda andry. “Pulang aja yuk ,Ndi……,sudah sore” tangan andry mengamit tangan andi, dengan gayanya yang tengil andi menerima ajakan andry “baik sang puteri…….”tubuh andi membungkuk sambil satu tanganya mempersilahkan andry melewatinya. Di ujung lorong kampus mata adel memperhatikan kedua sahabatnya itu,ada rasa perih menyaksikan keakraban mereka berdua.Entah mengapa adel sekarang tersiksa dengan keakraban yang terjalin antara andry dan andi Sering andi memuji kecantikan andry di depan adel,dan itu membuat hati adel seperti teriris,ada perih yang menyayat bilur –bilur hatinya. Setelah ke dua temannya tak lagi kelihatan adel berjalan menyusuri koridur kampus membawa bilur-bilur kepedihan di dalam hatinya.Adel sering merasa iri dengan kecantikan andry sahabatnya yang membuat andi suka kepadanya. Adel gadis tomboy,yang tidak pernah dandan,hanya mengenakan tshirt oblong dan celana jeans. Sebenarnya adel tidaklah jelek,dia mempunyai mata yang bagus di hiasi hidung mungil yang mancung,kulit yang hitam manis membingkai tubuhnya.mungkin karena adel tidak pernah dandan jadi terlihat biasa aja. Tak terasa ada titik air mata mengalir,di sudut matanya tanpa kompromi,perih yang di pendam dalam hatinya telah menjebolkan pertahanan dirinya.Adel tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya,cinta kah yang tengah di rasakan adel……. Adel berdiri mematut diri dalam cermin,siluete tubuh sintalnya tergambar di cermin,di polesnya bibirnya dengan lipstik warna merah pink,dengan kaku tangan itu membingkai,terlihat di ujung bibirnya noda-noda lipstik tak beraturan,adel menghapusnya,membingkainya,menghapusnya……… Rona kekecewaan terpancar di wajahnya,seorang perempuan tidak bisa hanya memakai lipstik.Itulah yang terbersit di dalam hatinya. Tisue-tisue menghiasi kamarnya ,warna pink terlihat diantara tisu-tisu yang terhempas. Adel kecewa dengan apa yang terjadi dengannya,kenapa dia harus melakukan itu buat andy,tapi naluri kewanitaanya mengatakan lain. Adel menghempaskan tubuhnya ke kasur,bilur kepedihan menyayat hati.Adel merasakan betapa pedihnya disaat hati merasakan kerinduan.Apa cinta memang kepedihan… **** Bagunan berwarna putih,dengan kolam renang di samping rumah menghiasi kawasan sudirman, vw kodok dengan setia menunggu tuannya,bunga-bunga yang indah menghiasi gazebo depan rumah,pemandangan yang asri di tengah kota Jakarta yang penuh dengan polusi. Di sudut kanan mang ujang dengan kasih memberinya makanan kepada burung-burung indah yang terperangkap dalam kastil indah bernama sarang Pria setengah baya terlihat menikmati pagi,secangkir kopi susu dan setangkap roti tawar menjadi hidangan wajib di setiap pagi. “Pagi pa…….”Andi menyapa lelaki yang sedang menikmati pagi “Pagi …ndy…..mau kemana sudah rapi……”dengan melipat Koran yang sedang di bacanya ,di tatapnya anak lelakinya yang sudah menjadi dewasa.Puteranya mewarisi ketampanannya di waktu muda dan kehalusan budi dari ibunya. “Mau ke tempat adel Pa.…….,sekalian mau ngerjain tugas kampus…..” “Sudah sarapan……..” seulas senyum menghiasi sudut bibirnya “Sudah pa………pergi dulu yach…pa…pamitin mama tadi lagi mandi………” di raih tangan ayahn menuju hidungnya. Dengan senyum bijak lelaki yang sedang menikmati paginya tersenyum,isyarat mengijinkan anaknya untuk menjalankan aktifitasnya. Disambarnya kunci mobil yang tergeletak di meja.Andy memang sangat beruntung di lahirkan di keluarga yang harmonis dengan kehidupan yang penuh cinta kasih di antara keluarganya.Ayahnya yang seorang pengusaha sukses telah melimpahinya tidak hanya dengan harta tapi juga dengan kasih sayang. Distater vw kodok kesayangannya,kodok hitam setia menemaninya kemanapun dia melangkah. Mobilnya melaju kencang ke arah salemba,jalan-jalan masih terasa sepi tidak seperti biasanya,maklum ini hari libur,jadi bisa bernapas lega Karena tidak banyak mobil yang menyesaki jalanan. Rumah bercat biru yang berdiri asri di sudut kota,bunga-bunga mawar yang berjejer rapi menambah ke asrian,semerbak bunga mawar mengantarkan kesejukan pagi.Matahari menyapa pagi,dengan indahnya. “Hai…….”adel menyambut kedatangan andi penuh gairah “Ha…ha…hhahahaha………….”Suara gelak tawa yang mengelegar memecahkan heningnya pagi. “Adel…..lo kemasukan setan dari mana…….”maseh dengan tak dapat menahan tawanya andi mengintograsi adel “coba lihat …..kayak ondel-ondel….” Adel menyurutkan niatnya untuk menyambut andi sahabatnya,ada bias kekecewaan dari dalam diri adel. Adel melakukan ini agar ia bisa terlihat cantik di hadapan andi.mengenakan kaos ketat warna putih dengan belahan lebar didadanya,di padukan dengan rok kembang-kembang selutut, adel khusus persiapkan untuk memberikan surprise kepada sahabatnya. “Lihat adel….lo memakai lipstik seperti habis memakan ayam mentah…….” Masih dengan terpingkal-pingkal andi mengamit tangan adel. Di hapus bibir adel dari lipstik yang membingkai bibirnya.Ada kehalusan kasih dari usapan tangannya. Gemuruh hati adel di rasakan sampai ke ubun-ubunnya,dia menepis perasaan itu,dia tidak ingin sahabatnya tahu apa yang terjadi dengan hatinya.Tangan itu masih terus menghapus noda-noda yang terbias. “Lagian kenapa sih del…..kok lo seperti ini…..” “lo itu udah cantik walaupun tanpa make up,ngak usah seperti ini…..” Adel tak mampu menahan perasaannya,dia berlari ke kamarnya agar tidak terlihat cengeng di hadapan andi.Andi membiarkan sahabatnya berlalu….. Diambilnya femina yang ada di ruang keluarga,beberapa artikel sempat menarik perhatiannya,ia melongokkan kepalanya ke pintu kamar adel,adel lama tidak di dapatinya,perlahan di hampiri pintu itu….. “Del…..lo marah yach ma gue……”Tak ada jawaban “Adel maafin gue deh….”mengiba andi memohon maaf dari adel “please……del….jangan marah….” krek…..pintu terkuak dengan senyum mengembang di arahkan bogem mentah ke tangan andi….. “aduh….aduh…..”teriak lantang andi memenuhi ruangan keluarga “lagian….lo gue dah dandan capek-capek begini di bilang kayak ondel-ondel…..”dengan sedikit merajuk adel menjelaskan “Iya deh……” “Maafkan….hamba tuan puteri…..”dengan bersimpuh andi berpura-pura memohon maaf “dasar lo……..” adel kembali menonjok tangan andry kebahagian yang mereka rasakan telah mencairkan es yang membeku di dalam hati ,rona bahagia terpancar dari mata-mata yang penuh harap. Adel menuju ruangan keluarga,dengan repleks dia menaikan kakinya ke atas kursi,bret…..rok bunga-bunga itu sobek di bagian tepinya “Ha…ha…hhaah……”kembali andi terbahak dengan kejadian itu,rona merah tersemburat di wajah adel….dengan langkah malu-malu dia menutupi bagian paha yang robek. Adel berlari menuju kamarnya dia tidak ingin membiarkan paha mulusnya terlihat sahabatnya. Di gantinya rok itu dengan jeans,bebas……..ada perasaan lega di hati lagi karena tak lagi harus berpura – pura anggun di hadapan andi.Ternyata menjadi diri orang lain itu susah yach….perubahan yang terlalu drastis itu tidak bisa karena itu memerlukan proses. Adel menghampiri andi yang asik menyaksikan granfix di salah satu stasiun televisi,di sodorkannya segelas minuman dingin ke hadapan andi “minum…..” “makasih…….” Andi menerima orange juice dari tangan adel ,huh…..seger….setelah kehabisan tenaga ,kini ada charge yang begitu menyegarkan. ***** Kini adel sedikit menjaga jarak atas hubungannya dengan andi,jika andi bersama andry Ia tidak pernah ikut bergabung,Adel tidak ingin tersiksa dengan perasaannya sendiri,dia ingin menutupi perasaanya agar tidak berharap kepada andi. Andi merasakan perubahan yang di alami adel,adel kini tidak seperti dulu,ceria,lincah dan selalu ada di sisinya kemana pun dia melangkah. Tidak ada lagi tawa canda yang begitu polos,tidak ada mata yang indah menatap penuh kemarahan kala dia mengodanya,Andi merindukan semua itu. “Hei…jelek……” di timpuknya kepala andi dengan buku yang kalo di bawa harus dengan dua tangan “Wadau………”andi meringis kesakitan “Hahahahhahah………..”adel tertawa lepas melihat andi meringis kesakitan sambil memengangi kepalanya “Mangkanya kalo duduk tuh jangan ngelamun…..ngelamunin gue yach…..”cengar-cengir adel ngegoda andi “Amit-amit deh…gue ngelamunin elo…….huh…..ngak deh……”andi memajukan mulutnya beberapa centi “Bantuin gue dong…….berat banget nih….”merajuk adel memohon belas kasihan andi “Ngak….ngak….udah nimpuk gue,masih juga minta tolong ma gue…..”Andi menekan suaranya “Maafin gue dech……” Dengan tanpa dosa adel tersenyum simpul melihat andi “Ayo pulang…….” “Bukunya………” “Ya ….lo bawa dong………” Dengan terengeh-engeh adel membawa buku yang beratnya audzubillah…tanpa sadar andi tersenyum sendiri mengingat kejadian itu,hari –hari indah yang di lalui bersama adel mengugah kembali kenangannya Andi beranjak dari tempat duduknya,dia ingin ketemu dengan adel,dia merindukanya,satu hal yang tidak pernah di rasakan andi sebelumnya.Betapa ia membutuhkanya.Di tujunya lapangan basket siapa tahu adel ada di situ. Dug…dug….dug….suara bola di dribel mengema di lapangan basket,ada perasaan lega ketika di lihatnya ada sesosok wanita sedang memainkan si kulit bundar,pasti adel….terbersit di kepalanya. Andi menghampiri dengan perasaan gembira dia menarik tangan perempuan yang akan melakukan shot,si wanita kaget ada tangan lain memengang tanganya…….. “ups….maaf mbak…..di kirain mbak teman saya……”dengan cengir kuda andi mencoba menetralisir keadaan Wanita itu tidak menjawab,hanya matanya menatap kekaguman kepada tubuh atletis yang kini di hadapanya. Seulas senyum di tariknya dari sudut bibirnya, jawaban bahwa dia tidak masalah dengan kejadian itu. Andi melangkah gontai,perasaan kesal,rindu,berkecambuk di dalam dadanya.Lo ada di mana sih…del…..selalu itu yang ada di dalam pikirannya. **** Warna gading menempel di dinding kamarnya,di sudut kiri dekat pintu masuk kamar ada foto diri yang di gantung berbinkai indah berwarna emas,sebuah cermin yang tidak terlalu besar mengisi ruangan kamarnya.seperangkat alat elekronika bertenger di sebelah kanan dekat lemari pakaian,tumpukan cd tersusun rapi di rack cd Kepada rembulan yang menghiasi malam Tahukah atas perasaan yang terpendam Merindukan malam kala siang
Menatap sepi dalam keheningan Aku terpuruk dalam kesendirian Hanya hitam yang menjadi bayangan Kala asa tak kunjung datang
Aku terbelenggu dengan perasaan Kala hati menaruhkan kerinduan Hanya sesak yang akan terasakan Kepada rembulan malam Akankah aku mendapatkan balasan Adel menuliskan gundah hati dalam bait puisi,diary berwarna pink kini menjadi teman dalam menjalani harinya.Adel ngak tahu kenapa ini mesti dia alami,terbelengu dengan perasaanya . Suara ringtone di hp membuyarkan lamunannya,langgam sunda mengisi ringtone itu mengalun indah sebuah sms masuk ,dari andi. “Del…..lo di mana sih,gue nyari sampe seisi kampus gue ubek –ubek lo kok ngak da sih….sampe gue cari ke got-got ,lo tetep aja ngak gue temuin…..” Adel tersenyum mendapati sms dari andi,dasar…….hanya itu yang terucap dari mulut adel.adel menekan tuts yang ada di keypad hp nya,sms balasan telah terkirim ke hp andi. “gue ke rumah lo yach……”untuk yang kedua kalinya sms andi masuk Adel cepet memberesi kamar yang berantakan,di perhatika wajahnya yang sedikit layu ,di basuh mata yang sedikit sembab,.pigeon yang setia menemani hari-harinya telah ia sapukan ke wajah halusnya. Vw kodok warna hitam di parkir di halaman yang tidak begitu luas,andi yang mengenakan tshirt putih di padukan dengan jeans warna biru tua telah berada di depan pintu rumah adel. Adel tidak menyangkal pesona yang ada didiri andi,telah membiusnya dalam perasaan yang lain. Adel membukakan pintu depan dengan perasaan tak menentu,padahal ini bukan pertama kalinya andi main kerumahnya. “jelek lo………”tangan andi menjitak kepala adel yang baru saja nongol “aduh……..”adel berusaha menangkis jitakan andi,tapi sayang terlambat “ke mana aja sih lo del…….”tanpa permisi andi memasuki rumah adel Di hempaskan tubuhnya di atas sofa warna kream,ada bantal-bantal kecil menghiasi kursi sofa,di atas meja terdapat pas bunga yang sangat cantik,bunga mawar segar menjadi ratu di dalamnya. “minum apa ndi…….”berbasa-basi adel memecah keheningan “tequila pake es…..ada mbak……”andi berusaha seramah mungkin layaknya pengunjung bar kepada pramusaji. Adel memelototkan matanya ke andi,satu hal yang sering andi sukai dari adel,mata adel indah,expresif. Segelas juice orange selalu tersedia di rumah adel,karena selain baik buat kesehatan adel sangat menyukainya.sepiring molen yang masih hangat turut dalam persajianya. “kok andry ngak di ajak…..” adel membuka pembicaraan “ngak…….”acuh andi menjawab “kenapa……” adel kembali mencecar dengan pertanyaan yang penuh selidik “benernya tadi gue mau kantongin…..tapi ngak muat…..”andi menjawab sekenanya “dasar lo………”senyuman yang susah di artikan keluar dari bibir adel Tidak ada pembicaraan yang mengatasnakan cinta,tidak juga kerinduan yang terucap dari bibir mereka.rasa itu terpendam di sana di lubuk hatinya. ***** Rembulan menerangi malam,kedip bintang genit bermain di rimba semesta,nyanyian malam di gemerisiknya angin mengantarkan lagu kasih di ujung malam.Tak ada Mozart yang di mainkan oleh sekawanan binatang malam.tidak pula chaplin. Di sebuah rumah mewah terlihat perempuan duduk dalam kesedihan,matanya menerawang jauh,tidak tahu apa yang ada di alam pikiranya. Gaun indah tidak dapat membiaskan perasaanya,pun rambut indah itu tidak mampu menutupi kegelisahan hatinya. “Andry…..sudah malam….kenapa ngak tidur……”satu suara mengingatkanya dari lamunan. “Nanti mom….bentar lagi…..”suaranya tak mampu menyembunyikan rasa yang sedang di alaminya. “jangan lupa di tutup kembali jendelanya yach,kalo mau tidur…..”ucap perempuan cantik yang sudah tidak muda lagi “iya mom……”seulas senyum menghiasi bibirnya. Masih tergiang di telinga andry kalo papanya akan menjodohkanya dengan seorang laki-laki kolega papa,Tapi hatinya tak bisa menerima kehadiran laki-laki lain dalam hidupnya,bayangan andi selalu saja mengisi di setiap geraknya. Andi satu-satunya laki-laki yang bisa membuka hatinya setelah lama ia di tinggal kekasihnya Kekasihnya meningal 2 tahun yang lalu saat,itu pesawat yang di tumpanginya tidak bisa landing dengan mulus di daerah solo,badan pesawat itu menabrak badan pembatas yang ada di sekitar lapangan adi sumarmo. waktu itu ia akan mengadakan seminar yang di ikuti oleh beberapa dokter di seluruh indonesia di sebuah hotel di kawasan solo.namun naas,malah kematian yang menjemputnyadi sana. Andry sempet shock menghadapi kenyataan itu, masa depan yang telah di rancang dengan indah kini terhapus dengan genangan air mata sanak saudaranya.Kemeriahan pesta yang di idamkannya hanya tinggal kenangan. Hanya sebuah cincin mewah yang di berikan kekasihnya itulah satu-satunya penghibur hatinya. Setelah sekian lama hatinya terluka,kini ia merasakan hal yang sama kepada andi. Andi mampu mencairkan kebekuan hatinya, menumbuhkan kembali bunga-bunga cinta dalam hatinya yang gersang. Pikiranya terus menerawang…..jauh…jauh….sampai kantuk tak dapat lagi di elakan.di tutupnya jendela kamarnya,di rebahkan tubuhnya,akan di ukir esok hari dengan senyum bahagia dengan penuh gairah. ***** Suasana kampus mulai sepi,hanya tingal beberapa orang saja yang melintas di koridor,maklum hari hampir beranjak senja.mobil-mobil mewah satu persatu telah meningalkan kampus,tak terlihat lagi sepeda jenki model dulu. Zaman telah berubah menjadikan semua serba instant,kecangihan ilmu pengetahuan telah memberikan mamfaat yang begitu besar kepada manusia.semua serba mudah Diruangan perpustakaan yang sudah kosong andry dan andi terlibat dalam pembicaraan yang serius…… Andry menatap penuh pengharapan,Ia tidak bisa menyimpan perasaannya terlalu lama,dia menginginkan kepastian dari andi,mengharap balasnya. “Sebenernya lo… ma adel tuch gimana sih….ndi…..”terdengar halus suara andry “Walaupun gue kadang iri melihat lo begitu sayangnya ke adel” “Tahu dari mana kalo gue sayang ma adel…..”pertanyaan penuh selidik terlontar dari mulut andi. “Dari mata ….sikap…yang lo tunjukin ke adel…..” “Gue memang sayang ma adel……..gue mencintainya……..”pelan tapi jelas andi mengungkapkan perasaan hatinya. Di sana di sudut yang terlupakan adel meneteskan air mata kebahagian,andi menepati janji hati yang dia bisikan di dalam mimpi,aku mencintaimu karena aku mencintaimu,tak perlu ada alasan,jadi jangan bertanya kenapa aku mencintaimu…………… Dejapu dalam kehidupan adel…… |
| Leave a Comment: |